Beranda BREAKINGNEWS Terkait Isyu People Power, Aktivis 98 Angkat Bicara

Terkait Isyu People Power, Aktivis 98 Angkat Bicara

57
0
Usin Abdillah Putra Sembiring SH

beritasore.id, Dengan telah dilaksanakannnya Pemilu tahun 2019 pada (17/4/2019) lalu, banyak isu bermunculan dikalangan masyarakat Provinsi Bengkulu salah satunya terkait People Power yang sering dibicarakan.

Menyikapi hal tersebut, salah satu tokoh pemuda di Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, meminta masyarakat Provinsi Bengkulu jangan ikut terprovokasi akan hal tersebut.

Kata Usin Abdisyah Putra Sembiring, Rabu (15/5/2019), hendaknya masyarakat Provinsi Bengkulu khususnya untuk tidak terprovokasi akan isu-isu yang belum tentu benar dan bisa dipertanggungjawabkan.

“Hendaknya kita lebih berfikir dewasa dan lebih mengutamakan kepentingan bangsa diantara kepentingan kelompok,” kata Usin yang juga terpilih sebagai Anggota DPRD Provinsi Bengkulu.

Ditambahkan Usin, masyarakat Provinsi Bengkulu harus mempercayakan sepenuhnya kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pimilu (Bawaslu) yang telah bekerja dengan baik.

“Ya, Kita kan ada KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara yang telah bekerja dengan baik dan konsisten terhadap tugasnya serta tunggulah nanti hasil yang akan diumumkan secara resmi oleh KPU (22/5/2019) mendatang,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Aktivis Reformasi 98 ini menyampaikan, tidak perlu kita harus ikut people power dengan mengajak masyarakat turun kejalan untuk melakukan tindakan anarkis dan inkonsitusional.

“Kondisi hari ini berbeda saat kami memperjuangkan runtuhnya Orde Baru, kemisminan ada dimana-mana, krisis ekonomi dirasakan rakyat seluruhnya, sistem diktatorian Suharto memang harus ditumbangkan, sedangkan hari ini semua proses pemilu dan transisi mandat rakyat relatif berjalan baik” terang Usin.

Usin justru mempertanyakan kepentingan politik yang naif jika berteriak-teriak curang, tapi justru saksi-saksi Capres 02 dan saksi partai pengusungnya tidak pernah mengajukan keberatan dalam rekapitulasi dari tingkat TPS sampai ditingkat KPU Propinsi.

“Jadi apa yang dikatakan curang hanya elit tim sukses yang gak mau terima kekalahan saja. Oleh karena itu Mari kita satukan lagi persaudaran pasca telah digelarnya pemilu tahun 2019 ini dan hal-hal yang akan menimbulkan kegaduhan antar umat beragama harus kita hindari,” tandas demonstran yang getol dalam meruntuhkan Orde Baru ini. (RC)

Leave a Reply