Beranda BREAKINGNEWS Penangkapan Terduga Teroris Menyisakan Trauma bagi Anak

Penangkapan Terduga Teroris Menyisakan Trauma bagi Anak

44
0

Kota Bengkulu, Aksi penangkapan 10 orang terduga teroris yang dilakukan Detasemen 88 Polda Bengkulu selama 2 hari ini cukup mengejutkan, terutama dipihak Keluarga dan Lingkungan.
Hal ini diungkapkan oleh Koordinator Divisi Advokasi Perempuan dan Anak Dediyanto,SPt saat berkunjung ke rumah Terduga Teroris WD di Kelurahan Pasar Baru.

“Saya mendengar dari media adanya penangkapan Imam Masjid Baitul Hamdi WD. Dan langsung berkunjung kerumahnya untuk mengetahui lebih dalam atas peristiwa tersebut” ujar Dediyanto,S.Pt.

Dijelaskan Dediyanto, “jika saat penangkapan masih pada Standard Operasional Prosedur (SOP) penindakan terduga teroris, karena penangan pada Terduga dan keluarganya masih dilakukan pada cara-cara kewajaran. Namun kita tidak melihat dari itu, kita hanya ingin melihat dari sisi pasca penangkapan”

Alumni HMI Cabang Bengkulu ini menceritakan dia tidak mengetahui siapa sosok WD dibelakang aktivitasnya sebagai Imam, namun dikalangan masyarakat WD sering mengisi ceramah.

Ditambahkan Dediyanto,S.Pt “Yaa.. saya tidak pernah berdiskusi dengannya sehingga saya tidak tau cara pandangnya. saya pernah menawari beliau untuk ceramah ramadhan di masjid kami, tapi karena jadwalnya sudah penuh dia menyampaikan rasa menyesal tak bisa. Alasannya jika membatalkan di tempat lain nanti ada fitnah kata dia” urai alumni HMI Cabang Bengkulu ini.

“Kunjungan saya hanya ingin melihat apakah ada trauma di keluarga dan lingkungan, karena pengalaman kami mendampingi masyarakat selalu saja setiap peristiwa seperti ini akan menyisakan trauma, dan untuk itu dibutuhkan kerjasama dengan masyarakat setempat agar masyarakat juga jangan cepat melakukan sikap dan tindakan yang justru mendeskreditkan keluarga dari terduga teroris” jelas Dediyanto

Kita bersama Lurah, pak RT dan tokoh masyarakat menyampaikan agar bersabar dan mengikuti proses hukum yang saat ini dijalankan.

Dediyanto,S.Pt (Koord.Divisi Advokasi Perempuan dan Anak PKBHB)

Anak WD merasa bapak ditangkap tidak ada yang bantu

Sisa trauma itu dirasa masih ada karena anak Terduga Teroris WD merasa tidak ada yang membantu ketika bapaknya ditangkap. Anggapan anak ini sangat wajar karena sebenarnya tidak mengetahui alasan adanya penangkapan tersebut.

Diceritakan Dediyanto,S.Pt. “Saya sempat berkomunikasi dengan anaknya yang masih duduk di bangku sekolah, memang ada kekesalan dari anaknya yang beranggapan bapaknya ditangkap tidak ada yang membantu. Malah anaknya sampai mengeluarkan kata kesal sambil menangis.

“sabar-sabar om kecek. cakmano ndak sabar om ? bapak ambo di tangkap polisi idak ado yang nolong”.

Ya… saya sampaikan sabar karena sedang dapat cobaan,  Insya Allah kelak ado pertolongan untuk  bapak.

kalimat ini saya sampaikan sebab saya sadar sedang berhadapan dengan anak yg masih kecil dan saat itu sedang trauma, tujuannya untuk menenangkan anaknya.

Ada tekanan phsyikologis pada anak dan ini menurut saya tidak baik jika tidak dilakukan upaya mengurangi trauma sekaligus menjelaskan dengan metode yang baik pada anak-anak, karena ada amarah didalam diri si anak.

“Saya berharap nanti akan ada upaya dari pemerintah daerah dan lingkungan terdekat untuk memberikan konseling dan trauma healing pada anak-anak terduga teroris ini, jangan sampai mereka tertanam kebencian atau dendam” tutup Dediyanto,Spt. (Red)

Leave a Reply