Beranda BREAKINGNEWS Masih Terkait TWA Gajah, Gubernur : IUP PT.INMAS luasannya Telah Kita Ciutkan

Masih Terkait TWA Gajah, Gubernur : IUP PT.INMAS luasannya Telah Kita Ciutkan

257
0

beritasore.id,- terkait kekhawatiran rusaknya bentang alam koridor gajah sumatera diwilayah TWA Air Ipuh-Seblat akibat adanya Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT.Inmas Abadi yang rekomendasi oleh Plt.Gubernur  Propinsi Bengkulu mendapat respon dari Plt.Gubernur.

“Saya tidak pernah mengeluarkan IUP baru, justru pada tahun 2017 itu, saya melakukan “penciutan” terhadap ijin yang tumpang tindih berdasarkan putusan pengadilan” ujar Plt.Gubernur Propinsi Bengkulu drh.H.Rohidin Mersyah melalui WA.

Ditambahkan Rohidin,  Penetapan IUP PT. Inmas sudah jauh lebih dulu daripada penetapan TWA oleh Kementrian LHK dan akan ditetapkan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE)

“Justru Sekarang kita bersama BKSDA justru sedang mengurus jalur koridor gajah agar menjadi destinasi wisata alam kelas dunia sebagai Kawasan Ekosistem Esensial/KEE dan pada saat sudah pembahasan tahap akhir dan tinggal menunggu penetapan oleh Mentri LHK” urai Plt.Gubernur Propinsi Bengkulu.

Dengan penetapan ini, Mentri akan datang ke Bengkulu untuk meresmikan kawasan tersebut akhir tahun 2018.

“Mentri LHK brjanji akan datang ke Bengkulu untuk peresmian koridor gajah di akhir tahun ini. Hal ini kita lakukan semata-mata untuk upaya pelestarian populasi gajah dimaksud” tutup Rohidin Mersyah menjelaskan.

Penjelasan Plt.Gubernur Propinsi Bengkulu tersebut mendapat tanggapan Sastro dari salah seorang aktivis Koalisi Penyelamat Bentang Seblat Bengkulu. Menurut Sastro harus ada keberanian dari gubernur untuk tidak lagi merekomendasi perpanjangan IUP PT.Inmas Abadi sebagai langkah konkrit.

“Yang kita harapkan bukan sekedar menciutkan luasan, tapi kita minta gubernur tidak rekomendasi aktivitas penambangan disana, Alasan tidak lagi merekomendasikan IUP itu karena Secara ekoligis, TWA dan koridor PLG – TNKS secara langsung menyelamatkan / melindungi gajah sumatera yang masih tersisa dan secara tidak lansung melindungi / keseimbangan akhir untuk menjaga hulu – hilir DAS Sebelat” urai Sastro.

Dijelaskan Sastro, Berdasarkan Data BMKG dalam 10 tahun terakhir sudah terjadi pergeseran iklim di wilayah tersebut. Data curah hujan tinggi menjadi sedang, apalagi Perebahan bentang alam oleh sawit akan menempatkan pesisir putri hijau – ipuh akan krisis air.

“Gubernur harus tegas mencabut surat  rekomendasi Perpanjangan IUP karena aecara politis, tambang bukan lagi isu populis dimasyarakat disana karena penikmatnya segelintir di bengkulu dan Jakarta, justru isyu tambang ini akan tajam kedepan baik dikomunitas maupun di internasional yang konsentrasi gajah sumatera” jelas Sastro. (CW2)

Leave a Reply