Beranda BREAKINGNEWS Kedalaman Laut Lokasi Lion Air Jatuh mencapai 30-35 meter

Kedalaman Laut Lokasi Lion Air Jatuh mencapai 30-35 meter

142
0

BeritaSore.Id- Musibah kecelakaan pesawat kembali terjadi di Indonesia. Kali ini pesawat komersial Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang dikabarkan jatuh di perairan laut Tanjung Karang dengan kedalaman 30-35 meter. Senin (29/10/2018) pagi.

Kata Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi, melalui jumpa pers menjelaskan pihaknya menerima informasi bahwa pesawat Lion Air JT-610 lost contact.

“Kita mendapatkan informasi bahwa pesawat ini mengalami lost contact dengan ketinggian masih 2500 saat itu,” jelasnya di Jakarta melalui tayangan Metro TV.

Setelah Basarnas menerima informasi sekitar pukul 06.50 WIB, sambung Syaugi, pihaknya langsung mengcrosscheck ke Lion Air dan Air Traffic Controller (ATC), sesuai bahwa pesawat itu betul terbang dan lost contact.

“Kita memberangkatkan armada kita baik itu kapal laut, tim Basarnas Special Group (BSG) maupun helikopter. Kita berangkatkan menuju lokasi dan kita menge-check,” ujarnya.

Dari informasi yang diberikan ATC, koordinat lost contacnya itu 05 derajat 46 menit 15 detik south. Kemudian 107 derajat 07 menit 16 detik east.

“Begitu kita sampai di lokasi ternyata kita menemukan disitu ada puing-puing pesawat, ada pelampung, ada handphone, dan ada beberapa potongan. Lokasinya itu hanya berjarak 2 nautical mil dari jarak yang diberikan ATC. Kita sekarang sudah berada disitu, kapal-kapal kita dan helikopter untuk memberikan bantuan,” ungkapnya.

Kedalaman laut disitu antara 30-35 meter. Lanjut Syaugi, pihaknya sekarang masih berusaha menyelamatkan dikedalaman itu untuk menemukan pesawat tersebut. Mudah-mudahan proses ini bisa cepat dengan dukungan institusi yang lain.

“Saya yakin TNI Polri nanti akan membantu untuk percepatan dari pada evakuasi ini,” harapnya.

Kalau informasi awal pesawat ini penumpang dan krunya berjumlah 189 orang. Jadi itu yang sudah Basarnas kerjakan, sekarang sedang proses evakuasi. Mohon do’a dari rekan-rekan dan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT),  Soerjanto Tjahjono, menyatakan bahwa pesawat tersebut mulai masuk di jajaran Lion Air bulan Agustus 2018 dengan jam terbang sekitar 800 jam. Jadi masih relatif sangat baru.

“Pesawat take off jam 06.20 WIB, lalu jam 06.22 WIB dengan ketinggian 2500-3000 pesawat lost contact. Jadi mungkin pesawatnya sudah berada dibawah jangkauan radar. Penumpangnya ada 178 orang dewasa, 1 anak-anak, dan 2 bayi. Crew-nya ada 2 Cocpit crew dan 6 awak Cabin crew. Jadi totalnya 189 orang,” pungkasnya (MY)

Leave a Reply