Beranda HUKUM Kasi Intel III Kejati Bengkulu Resmi Dipecat Secara Tidak Hormat

Kasi Intel III Kejati Bengkulu Resmi Dipecat Secara Tidak Hormat

394
0

BeritaSore.Id– Kejaksaan Agung resmi memberhentikan Jaksa nonaktif, Parlin Purba, mantan Kasi III Intel Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu yang terlibat kasus suap terkait pulbaket proyek-proyek di Balai Sumatera VII Provinsi Bengkulu tahun 2015-2016 lalu.

Parlin Purba diberhentikan secara tidak hormat karena terbukti bersalah secara sah sesuai dengan putusan Pengadilan Tindak Pidana Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu Nomor :51/PID.SUS-TPK /2017/PN. BGL Tanggal 22 Januari 2018 yang telah memiliki hukum tetap.

“Berdasarkan putusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor 052/A/JA/03/2018 tertanggal 15 Maret 2018, bahwa berdasarkan pertimbangan dalam dalam putusan Pengadilan Negeri ,dimana terdakwa Parlin Purba terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana Korupsi secara bersama-sama, sehingga Jaksa Agung memutuskan memberhentikan Parlin Purba tidak dengan hormat sehingga terdakwa tidak lagi bagian dari pegawai kejaksaan Negeri Indoneseia tetapi merupakan warga sipil,” Kata Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Martin Luther, Kamis (27/12/2018).

Diketahui, Ekseskusi pidana penjara terhadap terdakwa Parlin telah dilaksanakan pada tanggal 6 Februari 2018 lalu. Kemudian dijatuhi hukuman pidana penjara selama 5 (Tahun) dan Pidana denda sebesar Rp. 200.000.000 Sunsidair selama 3 bulan.

Semetara itu, seperti yang diberitakan  sebelumnya, Rabu (26/12/2018) terkait penetapan 3 tersangka baru oleh KPK dalam kasus tersebut, Martin menegaskan ketiganya bukan dari pihak kejaksaan.

“ketiga tersangka baru ini yakni Apip, Fauzi dan Edi diduga terlibat dalam pemberian suap kepada Parlin Purba, kita pastikan mereka bukan dari pihak Kejaksaan melainkan dari pihak Balai, dalam hal ini pihak kejaksaan hanya sebagai saksi saja,”ujarnya (Mahmud)

Leave a Reply