Beranda BREAKINGNEWS Caleg HANURA harus TANGGUH agar Dipercaya oleh Rakyat

Caleg HANURA harus TANGGUH agar Dipercaya oleh Rakyat

136
0

beritasore.id,- Dalam pengalaman dari pemilu ke pemilu, banyak faktor bagi calon anggota legislatif (caleg) untuk memenangkan pertarungan merebut hati rakyat. Banyak caleg yang merasa mampu semuanya dengan duit, biasanya caleg yang hanya mengandalkan duit adalah caleg dadakan dan minim pergaulan.

hal ini disampaikan oleh Tokoh nasional yang terkenal vokal di era masa Orde Baru Dja’farer Badjeber dalam sambutannya pada Pembekalan Caleg DPRD Kota Tanggerang dari Partai HANURA Kota Tanggerang (14/10/2018).

Direktur eksekutif DPP Partai Hanura Dja’far Badjeber mengungkapkan bagaimana caranya menjadi Caleg tangguh. Menurutnya, suara perorangan sangat bermanfaat bagi suara nasional.

“Jangan sampai merasa menjadi caleg dhuafa kemudian tidak berbuat, Siapapun calegnya akan bermanfaat bagi suara Partai Hanura secara nasional maupun di daerah. Kemudian suara Caleg adalah suara pribadi dari usaha pribadi. Karena itu kalau ada warga yang masih pragmatis atau belum ada pilihan, maka usahakan ajak orang itu pilihan Partai Hanura” paparnya.

Dja’far mengatakan, Caleg Partai Hanura secara personaliti caleg harus memiliki hati nurani, memiliki team work yang bagus dan terdiri dari orang-orang yang terpercaya.

“Setiap TPS memiliki 7 – 10 suara saja sudah luar biasa. Kemudian bangun jaringan, tokoh masyarakat, majelis ta’lim, ormas karena itu merupakan Modal sosial yang juga harus dibangun. Logistik itu juga penting. Tapi logistik caleg yang minim bisa ditutupi dengan kepercayaan dari masyarakat. Kalau masyarakat menilai Caleg itu orangnya baik, berintegritas, pasti mereka akan memilih walau tanpa logistik,” paparnya.

Ditambahkan Jakfar Bajeber, untuk mendorong elektabilitas, harus membangun kapabilitas, kemampuan, keterampilan dan kreatifitas karena pemilih harus percaya akan kemampuan Anda menjadi Caleg. Jika masyarakat (pemilih-red) yakin Anda layak mewakili mereka dan tangguh maka mereka tidak akan berpindah kelain hati.

“Memang tergantung takdir, tapi jangan juga kemudian pasrah, jangan karena caleg dhuafa lalu hanya berdoa saja, doa dibarengi dengan usaha juga bisa mencapai kemenangan” ucapnya.

Dja’far berkisah bagaimana ia mendapat kepercayaan dari masyarakat karena perjuangan yang panjang sejak jaman Orde Baru.

“Saya peroleh ini bukan dengan mudah. Era Orde Baru saya paling vokal. Sering dipanggil Kodim. Saat itu saya pasang badan untuk rakyat. Di sini saya bisa populer. Orang percaya saya karena memang saya pasang badan buat rakyat di jaman itu bersama Umar Biki,. Nggak perlu logistik, tapi rakyat percaya saya dan kepercayaan itu masih sampai sekarang,” paparnya.

Namun demikian, Dja’far Bajeber mengingatkan bahwa tiap daerah memiliki watak dan budaya berbeda. Cara penyampaian dan sosialisasi di masyarakat berbeda-beda. Masyarakat itu pintar. Kita akan dihargai ketika mendengar keluhan orang lain dan berusaha membantunya,” Tutupnya.(red)

Leave a Reply